Pebalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, telah memulai kiprahnya di ajang Moto3 Grand Prix Catalunya dengan menempati posisi kesembilan belas dalam sesi latihan resmi yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya pada Jumat (15/5/2026). Meski belum mampu menembus jajaran terdepan, penampilan Veda di lintasan sepanjang 4,6 kilometer ini menunjukkan adanya progres dan potensi yang terus diasah untuk meraih posisi start yang lebih strategis menjelang balapan utama.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Otomotif, Veda Ega Pratama mencatatkan waktu terbaiknya di angka 1 menit 48,136 detik. Catatan waktu ini diraihnya setelah menyelesaikan 14 putaran di lintasan. Selisih waktu yang tercipta dari pebalap tercepat di sesi tersebut mencapai 1,193 detik. Meskipun berada di paruh bawah klasemen latihan, ada indikasi positif yang terlihat dari kecepatan puncak motor Honda NSF250RW yang dikendarai oleh Veda. Motor tersebut tercatat mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 246,0 kilometer per jam saat melintasi trek lurus Sirkuit Catalunya. Angka ini mengindikasikan bahwa Veda memiliki potensi untuk bersaing di lintasan yang teknis.
Sesi latihan perdana ini sendiri didominasi oleh pebalap asal Malaysia, Hakim Danish, yang tergabung dalam tim AEON Credit – MT Helmets – MSI. Hakim Danish berhasil mengukuhkan diri sebagai yang tercepat dengan mencatatkan waktu impresif 1 menit 46,943 detik. Waktu terbaiknya ini diraih pada putaran ke-13 jalannya sesi. Keberhasilan Danish menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas Moto3, di mana setiap sepersekian detik sangat menentukan.
Melengkapi posisi podium di sesi latihan ini adalah Brian Uriarte dari Spanyol yang menempati peringkat kedua dengan selisih tipis, mencatatkan waktu 1 menit 47,042 detik. Sementara itu, Adrian Fernandez, yang mewakili tim Leopard Racing, berhasil mengamankan posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 47,136 detik. Ketiga pebalap ini menunjukkan performa yang konsisten dan menjadi tolok ukur bagi para pesaingnya, termasuk Veda Ega Pratama.
Bagi Veda Ega Pratama, hasil di sesi latihan ini menjadi pijakan awal untuk evaluasi dan perbaikan. Meskipun posisi ke-19 mungkin belum memuaskan, fokusnya kini tertuju pada sesi kualifikasi yang akan datang. Sesi kualifikasi menjadi arena krusial bagi Veda untuk meningkatkan posisinya di grid start. Dengan posisi start yang lebih baik, peluangnya untuk bersaing memperebutkan poin di balapan utama yang dijadwalkan pada hari Minggu mendatang akan semakin terbuka lebar.
Perjalanan Veda Ega Pratama di ajang Moto3 ini tidak hanya membawa harapan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh pecinta otomotif di Indonesia. Setiap penampilannya menjadi sorotan, dan dukungan publik diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi Veda untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik. Pengalaman yang didapat di setiap seri, termasuk di Catalunya ini, akan menjadi modal berharga bagi perkembangan karirnya di dunia balap motor internasional.
Circuit de Barcelona-Catalunya sendiri dikenal sebagai salah satu sirkuit yang menantang. Dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat, serta beberapa sektor lurus yang memungkinkan motor mencapai kecepatan tinggi, sirkuit ini menguji kemampuan adaptasi dan keberanian para pebalap. Kondisi lintasan dan cuaca di Catalunya juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan oleh tim dan pebalap dalam menyusun strategi.
Tim Honda Team Asia, tempat Veda Ega Pratama bernaung, tentu akan bekerja keras untuk memberikan dukungan teknis terbaik. Penyesuaian setelan motor, strategi ban, dan analisis data performa akan menjadi fokus utama tim menjelang sesi-sesi berikutnya. Kolaborasi antara pebalap dan tim menjadi kunci utama dalam memaksimalkan potensi yang ada.
Di luar performa di lintasan, Veda Ega Pratama juga terus belajar dan beradaptasi dengan lingkungan balap internasional. Tinggal jauh dari tanah air, menghadapi kompetisi yang sangat ketat, dan berinteraksi dengan budaya yang berbeda merupakan bagian dari proses pendewasaan seorang atlet profesional. Pengalaman ini tidak hanya membentuknya sebagai pebalap, tetapi juga sebagai individu yang lebih tangguh dan berdaya saing.
Perlu diingat bahwa Moto3 adalah kelas di mana persaingan sangatlah sengit. Para pebalap muda yang berlaga di kelas ini adalah bibit-bibit unggul yang kelak akan menjadi bintang di kelas yang lebih tinggi. Setiap balapan adalah ajang pembuktian diri, dan Veda Ega Pratama memiliki kesempatan emas untuk menunjukkan bakatnya kepada dunia.
Hasil latihan ini juga memberikan gambaran mengenai peta persaingan di Moto3 Catalunya. Kehadiran Hakim Danish di posisi teratas menunjukkan bahwa pebalap dari Asia Tenggara memiliki potensi untuk bersaing di level tertinggi. Hal ini tentunya menjadi sumber inspirasi bagi para pebalap muda lainnya di kawasan tersebut.
Veda Ega Pratama sendiri bukanlah nama baru dalam kancah balap motor. Ia telah mengukir prestasi gemilang di ajang balap domestik maupun regional. Puncaknya, ia pernah meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026, sebuah pencapaian yang membanggakan dan menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk bersaing di level internasional. Momen tersebut menjadi bukti bahwa Veda memiliki bakat alami dan determinasi yang kuat.
Kini, fokus Veda dan timnya adalah memaksimalkan sisa waktu yang ada sebelum balapan utama. Sesi latihan bebas kedua dan ketiga, serta sesi kualifikasi, akan menjadi kesempatan berharga untuk terus meningkatkan kecepatan dan menemukan ritme balap yang ideal. Setiap putaran yang dijalani akan memberikan data dan pemahaman baru mengenai karakteristik sirkuit dan performa motor.
Para penggemar Veda Ega Pratama di Indonesia tentu saja akan terus memberikan dukungan moral. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, semangat untuk Veda terus mengalir. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi energi positif yang mendorong Veda untuk tampil maksimal dan meraih hasil terbaik. Perjuangan Veda di Catalunya ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang mewakili semangat juang dan potensi anak bangsa di panggung dunia.
Lebih lanjut, hasil di sesi latihan ini dapat dianalisis lebih dalam dari sisi teknis. Kecepatan puncak yang mencapai 246,0 km/jam di trek lurus menunjukkan bahwa motor Honda NSF250RW yang digunakan Veda memiliki potensi akselerasi yang baik. Namun, perlu ada penyesuaian lebih lanjut untuk mengoptimalkan performa di sektor-sektor tikungan yang lebih banyak mendominasi di Sirkuit Catalunya. Penggunaan ban yang tepat dan strategi pengereman juga akan menjadi faktor penentu.
Progres Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya masih terus berlanjut. Dengan determinasi, kerja keras, dan dukungan yang ada, pebalap muda Indonesia ini memiliki peluang untuk terus berkembang dan meraih hasil yang lebih baik di seri-seri mendatang. Perjalanan di Sirkuit Catalunya ini adalah satu babak penting dalam karirnya yang masih panjang di dunia balap motor profesional.






