Kabar gembira menyambut para perenang internasional dan penggemar olahraga air. Ajang renang perairan terbuka prestisius, Oceanman, dipastikan akan kembali mengguncang perairan Indonesia pada tahun 2026. Dengan mengusung tema "Waves of Change," kompetisi yang telah lama dinantikan ini akan kembali menyapa para atlet setelah jeda selama dua tahun. Pantai Kedonganan di Bali akan menjadi saksi bisu kembalinya Indonesia ke dalam kalender resmi Oceanman World Series. Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 hingga 21 Juni 2026, melanjutkan tradisi yang sebelumnya telah terselenggara secara rutin selama tiga tahun berturut-turut dari 2021 hingga 2023.
Antusiasme yang luar biasa terlihat dari gelombang pendaftar yang membanjiri ajang ini. Sejak pendaftaran dibuka pada Oktober 2025, lebih dari 900 perenang dari 27 negara telah mengonfirmasi partisipasi mereka. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 30 persen dibandingkan dengan edisi 2023 yang diikuti oleh 700 peserta, mengindikasikan semakin populernya olahraga renang perairan terbuka di kancah global.
Untuk mengakomodasi berbagai tingkat keahlian dan kelompok usia, panitia telah menyiapkan enam kategori lomba yang menarik. Mulai dari kategori ramah anak, Oceankids dengan jarak 500 meter, hingga kompetisi tim Oceanteams yang mengharuskan tiga perenang menyelesaikan estafet 3×500 meter. Bagi mereka yang mencari tantangan lebih, tersedia kategori Oceanfins 2KM, Ocean Sprint 2KM, Half Oceanman 5KM, dan tentu saja, kategori utama yang paling bergengsi, Oceanman 10KM. Keberagaman kategori ini memastikan bahwa setiap peserta, baik pemula maupun profesional, dapat menemukan tantangan yang sesuai.
Daftar negara yang akan mengirimkan perwakilannya sungguh mengesankan, mencakup Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, Australia, India, Rusia, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Italia, Meksiko, Kolombia, Inggris Raya, Irlandia, Islandia, Hongaria, Qatar, Korea Selatan, Maladewa, Taiwan, Ukraina, Azerbaijan, dan Belarusia. Kehadiran perenang dari berbagai belahan dunia ini tidak hanya memperkaya nuansa kompetisi tetapi juga memperkuat citra Bali sebagai destinasi olahraga air kelas dunia.
Wibowo Suseno Wirjawan, Chairman Oceanman Indonesia, menyampaikan optimismenya terhadap gelaran kali ini. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan cerminan dari meningkatnya minat masyarakat global terhadap olahraga renang perairan terbuka. Menurutnya, dengan keindahan latar laut Bali yang ikonik dan jalur renang yang menantang, Oceanman Bali telah menjelma menjadi salah satu seri yang paling dinantikan dalam kalender internasional. Lebih dari sekadar ajang kompetisi olahraga, Wibowo menekankan bahwa kehadiran ratusan peserta internasional ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi sektor pariwisata Bali.
Aspek teknis dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan. Co-Founder Oceanman Indonesia, Albert Sutanto dan Felix Sutanto, memastikan bahwa seluruh rangkaian lomba akan dilaksanakan sesuai dengan standar regulasi internasional yang ketat. Mengelola lebih dari 900 peserta di perairan terbuka memang merupakan tugas yang kompleks, meliputi aspek keselamatan yang komprehensif, pengawasan yang cermat, serta pemantauan kondisi alam seperti arus dan ombak. Oleh karena itu, Oceanman Bali 2026 tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah penyelenggaraan berskala besar yang mengedepankan standar internasional.
Albert Sutanto menambahkan bahwa Oceanman Bali memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar perlombaan renang. Ia menggambarkan ajang ini sebagai sebuah perjalanan personal bagi setiap peserta untuk menaklukkan diri sendiri, melawan segala rintangan, dan menemukan harmoni dengan alam. Sebagai pelatih Timnas Renang Indonesia bersama Felix, Albert memiliki pemahaman mendalam tentang perjuangan dan dedikasi yang dibutuhkan dalam olahraga renang.
Ajang internasional ini juga menarik perhatian sejumlah tokoh olahraga nasional. Perenang muda berbakat Indonesia, Joe Aditya, dan pegiat gaya hidup sehat, Desmond Sutanto, telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka. Partisipasi mereka tidak hanya bertujuan untuk menguji kemampuan, tetapi juga untuk menjadi inspirasi bagi komunitas renang di Tanah Air.
Di luar dimensi olahraga, kompetisi ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi ekonomi yang substansial bagi masyarakat lokal. Direktur PT Avatara Lintas Media, Herty Purba, yang bertindak sebagai promotor acara, menguraikan bahwa kedatangan para atlet beserta keluarga dan tim pendukung akan secara signifikan meningkatkan kunjungan wisatawan di kawasan Kedonganan. Kawasan ini sendiri sudah terkenal dengan kelezatan kuliner lautnya, sehingga kehadiran para tamu internasional ini diprediksi akan memberikan dorongan ekonomi tambahan bagi para pelaku usaha di sana.
Penyelenggaraan Oceanman Bali 2026 ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Kementerian Pariwisata Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Kelurahan Kedonganan, Desa Adat Kedonganan Bali, serta Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pesisir (BPKP2K) Kedonganan, semuanya memberikan dukungan penuh demi kesuksesan acara. Rangkaian kegiatan tidak hanya terbatas pada kompetisi renang, tetapi juga akan dimeriahkan oleh Oceanman Festival. Festival ini dirancang sebagai wadah promosi yang efektif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperkenalkan kekayaan kuliner, serta memamerkan keindahan seni dan budaya lokal Bali kepada para peserta dan pengunjung internasional. Dengan demikian, Oceanman Bali 2026 bertekad menjadi sebuah perhelatan yang komprehensif, menggabungkan keunggulan olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal.






