Duel Penentu Gelar: Maung Bandung Hadapi Ujian Terberat di Kandang Juku Eja

Emil Mulyadi

Persib Bandung berdiri di ambang sejarah, satu langkah lagi menuju mahkota juara Super League 2025/2026. Namun, jalan terjal terbentang di hadapan mereka saat harus melakoni laga tandang krusial melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Minggu malam. Kemenangan mutlak menjadi harga mati demi mengamankan posisi puncak klasemen, sekaligus menggagalkan ambisi rival yang membuntuti ketat.

Saat ini, Persib memimpin klasemen dengan raihan 75 poin, sebuah pencapaian impresif yang diraih berkat kerja keras sepanjang musim. Kendati demikian, keunggulan poin ini belum cukup untuk memastikan gelar juara. Borneo FC, tim yang berada di peringkat kedua, memiliki jumlah poin yang sama, menjadikan setiap pertandingan sisa menjadi sangat menentukan. Meskipun Persib memiliki rekor pertemuan (head-to-head) yang lebih baik atas PSM, mereka tidak bisa berpuas diri. Hasil imbang atau bahkan kekalahan di laga ini akan membuka celah lebar bagi Borneo FC untuk mengambil alih singgasana, sekaligus memupus harapan Persib untuk mencetak sejarah dengan meraih gelar juara tiga kali berturut-turut (hat-trick).

Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi Persib, tidak hanya dari segi teknis dan taktis di lapangan, tetapi juga dari sisi mental dan emosional. Tim kebanggaan Bobotoh ini dipastikan tidak akan didampingi oleh pelatih kepala mereka, Bojan Hodak. Sang juru taktik asal Kroasia tersebut harus absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Lebih dari itu, Bojan Hodak tengah dirundung duka mendalam atas kepergian ibunda tercinta. Situasi pribadi yang pelik ini mengharuskan Bojan untuk segera kembali ke kampung halamannya guna menghadiri prosesi pemakaman. Kehilangan figur sentral di pinggir lapangan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persib.

Meski sang nahkoda tim absen, semangat juang para pemain Persib tetap membara. Frans Putros, bek tangguh yang juga merupakan punggawa tim nasional Irak, menegaskan bahwa absennya Bojan Hodak tidak akan memengaruhi konsentrasi dan performa tim. Ia mengungkapkan bahwa seluruh skuad telah menjalani persiapan yang matang selama sepekan terakhir di bawah arahan langsung Bojan sebelum sang pelatih harus pergi. Frans menjelaskan bahwa setiap pemain telah memahami tugas dan tanggung jawab mereka, serta menguasai taktik permainan yang akan diterapkan dalam menghadapi PSM Makassar. Keyakinan ini semakin menguat mengingat Frans Putros juga bersiap untuk tampil di ajang Piala Dunia 2026 mendatang, menunjukkan level kompetisi dan kedisiplinan yang ia miliki.

Posisi Bojan Hodak di sisi lapangan untuk sementara akan diisi oleh asisten pelatih, Igor Tolic. Frans Putros menyuarakan optimisme bahwa strategi dan instruksi yang akan diberikan oleh Tolic akan tetap selaras dengan filosofi sepak bola yang diusung oleh Bojan Hodak. Ia percaya bahwa tim mampu menunjukkan performa terbaiknya dan meraih kemenangan yang sangat dibutuhkan. Frans menambahkan bahwa kemenangan di laga ini merupakan langkah besar menuju tujuan utama, dan fokus utama tim adalah memenangkan pertandingan melawan PSM, sebelum akhirnya merayakan gelar juara di kandang sendiri di Bandung.

Menilik potensi susunan pemain kedua tim, Persib Bandung diprediksi akan menerapkan formasi menyerang 4-3-3. Lini pertahanan kemungkinan akan diperkuat oleh Teja Paku Alam sebagai penjaga gawang, didukung oleh kuartet Kakang Rudianto, Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Eliano Reijnders. Lini tengah akan diisi oleh Berguinho, Thom Haye, dan Adam Alis yang bertugas mengatur aliran bola dan mendistribusikan serangan. Sementara itu, lini depan akan mengandalkan kecepatan dan ketajaman Uilliam Barros, Andrew Jung atau Ramon Tanque, serta Beckham Putra yang memiliki kemampuan membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, PSM Makassar diperkirakan akan menggunakan formasi 3-5-2 yang lebih mengandalkan soliditas lini tengah dan serangan balik cepat. Formasi ini kemungkinan akan melibatkan Hilman Syah di bawah mistar gawang, serta tiga bek tangguh: Dusan Lagator, Yuran Fernandes, dan Aloisio Neto. Lini tengah akan menjadi kunci permainan PSM, dengan kehadiran Mufli Hidayat, Victor Luiz, Ananda Raehan, Savio Roberto, dan Rizky Eka Pratama yang akan beradu kekuatan dalam perebutan bola. Di lini depan, ancaman akan datang dari Sheriddin Boboev dan Alex Tanque yang memiliki naluri mencetak gol tinggi.

Catatan pertemuan (head-to-head) antara Persib Bandung dan PSM Makassar dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan bahwa Persib memiliki keunggulan yang cukup signifikan. Dalam beberapa bentrokan terakhir, Persib berhasil meraih hasil positif. Pada pekan ke-8 Super League musim 2025/2026, Persib berhasil mengalahkan PSM dengan skor tipis 1-0. Musim sebelumnya, di Liga 1 2024/2025, Persib juga mampu memetik kemenangan 1-0 di kandang sendiri, meskipun di pertemuan lain harus puas dengan hasil imbang 0-0 saat bertandang ke markas PSM. Pertemuan di Liga 1 2023/2024 juga menampilkan Persib yang mampu menahan imbang PSM tanpa gol di Bandung, namun takluk 4-2 saat bermain tandang.

Kemenangan di markas PSM Makassar tidak hanya krusial untuk mengunci status sebagai pimpinan klasemen dan mendekatkan diri pada gelar juara, tetapi juga menjadi sebuah bentuk penghormatan dan persembahan bagi pelatih Bojan Hodak yang tengah berduka. Semangat juang Persib Bandung di laga penentu ini diharapkan mampu menerjemahkan ambisi menjadi sebuah kemenangan gemilang, yang akan dikenang sebagai salah satu momen bersejarah bagi klub dan para pendukungnya. Perjuangan keras yang telah dilalui sepanjang musim akan diuji di laga krusial ini, dan seluruh elemen tim bertekad untuk memberikan yang terbaik demi mengukir sejarah manis di akhir musim.

Also Read

Tags