Musim 2025/2026 Liga Primer Inggris telah menyajikan drama pahit bagi dua tim kebanggaan, Burnley dan Wolverhampton Wanderers. Setelah perjuangan keras yang tak berujung manis, keduanya resmi dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris, menyusul rentetan hasil minor yang membuat mereka tak mampu keluar dari jurang degradasi. Kepastian ini menutup babak kelam bagi kedua klub yang kini harus menata ulang strategi untuk kembali berlaga di pentas Premier League di masa mendatang.
Nasib buruk ini tidak hanya menimpa Burnley dan Wolves, tetapi juga menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi tim-tim promosi di kompetisi sepak bola paling kompetitif di dunia. Dalam dua musim terakhir, tren negatif ini semakin menguat, di mana tim-tim yang berhasil menembus Premier League kerap kali kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya. Musim sebelumnya, Leicester City, Ipswich Town, dan Southampton mengalami nasib serupa, terdepak kembali ke divisi yang lebih rendah hanya setahun setelah meraih tiket promosi. Fenomena ini menunjukkan jurang pemisah kualitas dan kedalaman skuad yang signifikan antara Premier League dan Championship.
Burnley menjadi tim pertama yang dipastikan mengakhiri petualangannya di Premier League musim ini. Dengan hanya mengumpulkan 21 poin hingga pekan ke-36, The Clarets, julukan Burnley, gagal menunjukkan performa konsisten yang dibutuhkan untuk bertahan. Statistik mencatat bahwa mereka hanya mampu meraih empat kemenangan sepanjang musim, sebuah angka yang sangat minim untuk bisa bersaing di papan atas. Ditambah lagi dengan selisih gol yang cukup mengkhawatirkan, minus 36, menunjukkan betapa sulitnya tim ini mencetak gol sekaligus kerap kali kemasukan banyak gol. Perjalanan Burnley di musim ini ibarat mendaki gunung yang sangat terjal tanpa bekal yang memadai.
Wolves, yang sebelumnya sempat menjadi tim yang stabil di papan tengah, kini harus menelan pil pahit menduduki posisi juru kunci. Hingga pekan ke-37, tim berjuluk The Wanderers ini hanya mampu mengumpulkan 19 poin. Catatan tiga kemenangan dari 37 pertandingan menjadi bukti nyata betapa beratnya perjuangan mereka. Lebih memprihatinkan lagi adalah jumlah kebobolan yang sangat besar, mengindikasikan kerapuhan lini pertahanan mereka sepanjang musim. Ironisnya, Wolves pernah dikenal sebagai tim yang cukup merepotkan tim-tim besar, namun musim ini mereka justru menjadi tim yang paling mudah dikalahkan.
Sementara itu, persaingan di zona degradasi belum sepenuhnya usai. Satu tiket tersisa kini menjadi perebutan sengit, dengan West Ham United sebagai tim yang paling terancam untuk menyusul Burnley dan Wolves ke Championship. Posisi ke-18, yang merupakan batas akhir zona merah, menjadi arena krusial bagi The Hammers. Kekalahan telak 0-3 dari Brentford baru-baru ini menjadi pukulan telak yang memperpanjang rentetan tiga kekalahan beruntun mereka. Situasi ini jelas menambah tekanan bagi skuad David Moyes.
Dalam kontras yang tajam, Tottenham Hotspur menunjukkan performa yang berbeda. Berkat dua kemenangan beruntun yang diraih, Spurs berhasil menjauh dari ancaman degradasi. Data dari Opta mempertegas perbedaan nasib kedua tim London tersebut. Peluang West Ham untuk terdegradasi mencapai angka 93,83 persen, sebuah probabilitas yang sangat tinggi dan mengkhawatirkan. Sementara itu, Tottenham hanya memiliki sisa peluang degradasi sebesar 6,17 persen, sebuah angka yang jauh lebih aman meski secara matematis belum sepenuhnya terbebas dari jurang degradasi.
Tottenham kini berada dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk mengamankan tempat di Premier League musim depan. Meskipun demikian, secara matematis mereka belum sepenuhnya aman. Sisa pertandingan yang ada akan menjadi penentu. Bagi West Ham, satu-satunya jalan keluar dari mimpi buruk ini adalah meraih hasil maksimal di setiap laga sisa sambil berharap Tottenham terpeleset dan kehilangan poin berharga. Kejar-kejaran poin di pekan-pekan akhir Premier League selalu menyajikan drama yang menegangkan, dan musim ini tampaknya tidak terkecuali. Para penggemar West Ham tentu berharap keajaiban terjadi, sementara para pendukung Tottenham akan merayakan setiap poin yang diraih tim kesayangan mereka.
Klasemen sementara papan bawah Premier League per 17 Mei 2026 menunjukkan gambaran yang jelas mengenai situasi genting yang dihadapi beberapa tim. Crystal Palace dan Nottingham Forest, masing-masing di posisi ke-15 dan ke-16, tampaknya sudah aman dari ancaman degradasi dengan perolehan poin yang cukup nyaman. Tottenham berada di posisi ke-17 dengan 38 poin dari 36 pertandingan, masih memiliki peluang degradasi yang kecil namun patut diwaspadai. West Ham menduduki posisi ke-18 dengan 36 poin dari 37 pertandingan, dengan selisih gol minus 20, dan peluang degradasi yang sangat tinggi. Burnley dan Wolves, dengan poin masing-masing 21 dan 19, serta pertandingan yang telah dimainkan sebanyak 36 dan 37, dipastikan telah finis di dua posisi terbawah, 19 dan 20, dengan peluang degradasi 100%. Pertarungan sengit tersisa untuk menentukan siapa tim ketiga yang akan menemani Burnley dan Wolves turun kasta ke EFL Championship.






