Jangan Sampai Beli Mobil Seken Langsung Boncos, Perhatikan Komponen Vital Ini Dulu

Sutrisno Wibowo

Membeli mobil bekas seringkali diwarnai kekhawatiran akan biaya tak terduga yang muncul setelah transaksi. Di tengah euforia mendapatkan kendaraan idaman dengan harga miring, banyak calon pembeli yang cenderung memfokuskan perhatian pada kondisi mesin dan tampilan bodi. Namun, sebuah elemen krusial yang sering terlewatkan justru berpotensi besar menjadi sumber pengeluaran tambahan yang menguras dompet di awal masa kepemilikan. Elemen tersebut adalah aki, komponen vital yang menopang seluruh sistem kelistrikan kendaraan.

Gazoel Amin, pemilik jasa inspeksi kendaraan "Bantu Cek", menekankan betapa pentingnya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi aki sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas. Ia menyoroti bahwa banyak pembeli mobil seken justru lalai dalam aspek kelistrikan, padahal aki merupakan jantung dari berbagai fungsi elektronik pada mobil. "Fokus utama pembeli biasanya tertuju pada mesin dan bodi mobil. Padahal, aki adalah komponen yang sangat penting. Jika kondisinya sudah lemah atau bahkan mati total (soak), maka setelah mobil digunakan, akan muncul biaya-biaya tambahan yang tidak terduga," ujar Gazoel.

Kecenderungan mengabaikan aki ini sangat berisiko, sebab jika aki sudah tidak prima, dampaknya bisa meluas ke berbagai sistem kelistrikan lainnya. Kerusakan atau kelemahan pada aki dapat memicu serangkaian masalah yang memerlukan perbaikan atau penggantian komponen, yang tentunya akan menambah beban finansial bagi pemilik baru. Gazoel menyarankan agar calon pembeli lebih teliti dan tidak ragu untuk melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk pada bagian aki, sebagai bagian dari proses pra-pembelian.

Memang, pemeriksaan fisik seperti kondisi mesin dan bodi seringkali lebih mudah diidentifikasi. Namun, kelemahan pada aki seringkali tidak terlihat secara kasat mata. Gazoel memaparkan beberapa indikasi awal yang dapat menjadi peringatan dini bahwa aki mobil bekas yang sedang diincar sudah mulai melemah. Salah satunya adalah kesulitan saat melakukan starter mesin. Jika Anda mendengar suara starter yang berat atau mesin terasa "malas" untuk menyala, ini bisa menjadi sinyal dari aki yang dayanya sudah berkurang. Selain itu, perhatikan juga kondisi pencahayaan lampu mobil. Jika lampu depan, lampu kabin, atau lampu-lampu indikator di dashboard terlihat redup dari biasanya, ini juga bisa menjadi indikasi kuat adanya masalah pada aki.

Terkadang, produsen mobil telah menyematkan fitur peringatan di dashboard untuk memberi tahu pengemudi tentang kondisi kendaraan. Munculnya indikator khusus yang berkaitan dengan sistem kelistrikan atau aki pada panel instrumen juga patut menjadi perhatian serius. Jangan pernah mengabaikan lampu peringatan yang menyala, karena bisa jadi itu adalah upaya kendaraan untuk memberi tahu Anda bahwa ada masalah yang memerlukan perhatian segera.

Gazoel juga memberikan panduan mengenai usia pakai aki yang ideal. Rata-rata, sebuah aki mobil memiliki rentang usia pakai yang optimal antara dua hingga tiga tahun. Namun, faktor-faktor lingkungan dan cara penggunaan juga sangat memengaruhi daya tahan aki. Ia mengungkapkan bahwa mobil bekas yang terlalu lama terparkir di showroom atau garasi tanpa dipanaskan secara rutin dapat membuat aki mengalami penurunan daya yang signifikan. "Kadang-kadang, mobil bekas sudah lama terparkir di tempat penjualan atau di garasi tanpa dinyalakan dan dipanaskan secara berkala. Kondisi seperti ini juga dapat menyebabkan aki menjadi drop atau cepat melemah," jelasnya.

Selain memperhatikan gejala-gejala operasional, pemeriksaan fisik pada aki itu sendiri juga penting. Gazoel menyarankan untuk mengamati kondisi fisik luar aki. Perhatikan apakah ada tanda-tanda karat atau kerak putih yang terbentuk pada area kutub terminal aki. Keberadaan karat atau kerak ini seringkali mengindikasikan adanya korosi akibat kebocoran cairan elektrolit atau kelembaban yang berlebihan, yang tentunya menandakan kurangnya perawatan berkala pada komponen tersebut. Kondisi fisik yang buruk ini bisa menghambat aliran listrik dan mengurangi efisiensi kerja aki.

Lebih jauh lagi, Gazoel memberikan peringatan tentang praktik yang mungkin dilakukan oleh beberapa penjual. Demi kelancaran proses starter sesaat saat calon pembeli melakukan uji coba, ada kemungkinan komponen aki berkualitas rendah telah dipasang untuk sementara. Tujuannya sederhana, yaitu agar mobil terlihat prima saat diperiksa. Namun, dalam jangka panjang, aki jenis ini tidak akan mampu memberikan kinerja yang optimal dan rentan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, Gazoel sangat merekomendasikan agar calon pembeli melakukan pengujian tegangan aki menggunakan alat khusus. Alat tes tegangan aki dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi sebenarnya dari aki, terlepas dari penampilan fisiknya.

Memastikan kondisi aki yang prima sebelum melakukan transaksi pembelian mobil bekas adalah langkah cerdas yang akan menghemat banyak uang dan waktu di kemudian hari. "Lebih baik lagi jika pengecekan aki dilakukan dari awal, sebelum Anda benar-benar melakukan transaksi pembayaran. Dengan begitu, setelah mobil Anda bawa pulang dan gunakan, Anda tidak akan langsung dihadapkan pada biaya tak terduga untuk penggantian aki baru atau perbaikan sistem kelistrikan lainnya," tegas Gazoel. Dengan kesadaran dan kehati-hatian dalam memeriksa komponen vital ini, calon pembeli mobil bekas dapat meminimalisir risiko kerugian dan menikmati kendaraan baru mereka tanpa dibayangi oleh pengeluaran mendadak yang tidak diinginkan. Investasi waktu untuk inspeksi awal adalah kunci untuk pembelian mobil bekas yang aman dan memuaskan.

Also Read

Tags