Harga Pertamax Turbo dan Dex Naik, Muncul Spekulasi Kenaikan Pertamax

Sahrul

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi pada Maret 2026. Sejumlah produk seperti Pertamax Turbo dan Dex Series mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax Turbo kini berada di kisaran Rp13.100 per liter di wilayah Jawa, naik dari sebelumnya sekitar Rp12.700. Sementara itu, Dexlite naik menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp14.500 per liter.

Kenaikan ini terjadi serentak pada berbagai jenis BBM nonsubsidi, mengikuti tren penyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sejak awal Maret 2026.

Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Penyesuaian harga BBM ini bukan tanpa alasan. Pemerintah dan Pertamina menggunakan formula yang mempertimbangkan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketika harga minyak global mengalami kenaikan, maka harga BBM nonsubsidi di dalam negeri juga ikut terdorong naik. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah turut memengaruhi biaya impor bahan baku energi.

Kondisi ini membuat harga BBM menjadi dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan pasar global. Penyesuaian biasanya dilakukan secara berkala setiap bulan.

Pertamax Ikut Naik, Picu Spekulasi Lanjutan

Tidak hanya Pertamax Turbo dan Dex Series, harga Pertamax juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800.

Kenaikan ini memicu spekulasi di masyarakat bahwa harga Pertamax masih berpotensi naik lagi dalam waktu dekat, terutama jika tren harga minyak dunia terus meningkat.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait rencana kenaikan lanjutan untuk Pertamax. Pemerintah biasanya akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk daya beli masyarakat.

BBM Subsidi Masih Stabil

Di tengah kenaikan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih tetap dipertahankan. Pertalite masih berada di kisaran Rp10.000 per liter, sementara Biosolar sekitar Rp6.800 per liter.

Stabilnya harga BBM subsidi ini menjadi penahan tekanan bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut.

Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga subsidi agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi yang lebih luas.

Dampak ke Masyarakat dan Sektor Transportasi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi tentu berdampak pada berbagai sektor, terutama transportasi dan logistik. Biaya operasional kendaraan meningkat, yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga barang dan jasa.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, terutama yang menggunakan BBM jenis Pertamax Turbo atau Dex Series, kenaikan ini terasa cukup signifikan dalam pengeluaran harian.

Namun, sebagian masyarakat masih memiliki alternatif dengan beralih ke BBM dengan harga lebih rendah, seperti Pertamax atau bahkan Pertalite, selama masih sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Waspada, Tapi Belum Ada Kepastian

Spekulasi kenaikan lanjutan harga Pertamax memang mulai ramai diperbincangkan, namun belum ada kepastian resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

Ke depan, arah harga BBM akan sangat bergantung pada kondisi global, terutama harga minyak mentah dan stabilitas nilai tukar rupiah. Jika kedua faktor tersebut terus mengalami tekanan, bukan tidak mungkin penyesuaian harga kembali dilakukan.

Meski begitu, pemerintah diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kemampuan masyarakat agar dampak ekonomi dapat diminimalkan.

Also Read

Tags